Tips Mudah Memelihara Komunikasi Perkawinan

//Tips Mudah Memelihara Komunikasi Perkawinan

Menjaga dan memelihara komunikasi perkawinan merupakan hal yang begitu penting dalam menjaga ketahanan rumah tangga. Tak sedikit psikolog dan konselor pernikahan yang menyatakan urgensinya masalah ini. Sebab, komunikasi yang baik akan mampu memberikan atau menyumbang separo keberhasilan dalam mengatasi setiap konflik yang terjadi dalam rumah tangga.

Setiap pasangan suami-istri tampaknya mesti menjaga dan komunikasi mereka karena begitu pentingnya masalah komunikasi ini. Masalah komunikasi suami-isri merupakan cermin atau pintu untuk melihat seberapa harmonis sebuah rumah tangga. Komunikasi suami istri yang terpelihara dengan baik juga dapat menjadi media yang paling efektif untuk meningkatkan ketahanan rumah tangga.

Namun sayangnya, banyak pasangan suami-istri yang tidak memahami makna komunikasi yang sesungguhnya. Komunikasi bukan sekedar masalah bertegur sapa atau perbincangan hal-hal ringan keseharian. Tidak sedikit suami istri yang menganggap komunikasi sebagai percakapan selayaknya kita bercakap dan berbicara dengan teman kerja atau di perkumpulan arisan.

Tujuan Memelihara Komunikasi Perkawinan

Sebagai media untuk menyampaikan pesan, memelihara komunikasi perkawinan memiliki beberapa aspek tujuan. Tujuan paling permukaan, komunikasi bisa berbentuk ucapan lisan ataupun simbol-simbol tertentu melalui ekspresi wajah maupun gerakan tubuh atau biasa disebut body language. Pesan yang disampaikan pun lebih merupakan suara dari gerakan bibir yang kurang memiliki pesan yang lebih dalam, atau cenderung berbasa-basi.

memelihara komunikasi perkawinan

Komunikasi yang lebih tinggi berupa perbincangan yang bersifat pemikiran atau wacana. Pada tahap ini, komunikasi tidak sekedar ucapan bibir melainkan ungkapan pemikiran. Lintasan pemikiran yang terucap merupakan refleksi atau ungkapan terhadap berbagai pengalaman hidup, pengetahuan dari buku atau referensi lainnya. Lawan bicara pun enggunakan kerangka yang serupa untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.

Komunikasi paling tinggi merupakan ungkapan bahasa yang melibatkan tidak hanya faktor pemikiran, tetapi juga menyertakan perasaan, emosi, maupun aspek kejiwaan. Karena melibatkan berbagai aspek psikologis, maka dalam pengungkapannya bisa disertai intonasi dan dengan ekspresi wajah yang jelas, seperti menangis, marah, dan sebagainya. Selain itu, komunikasi pada tingkat ini biasanya dilakukan dengan menggunakan bahasa atau pilihan kata yang jelas agar lawan bicara bisa menangkap maksudnya secara jelas.

Dalam kaitan dengan kehidupan rumah tangga, komunikasi yang perlu dipupuk terus adalah komunikasi pada tingkat paling tinggi ini. Namun agar tidak terjadi salah paham atau keliru dalam menangkap maksud dari pesan yang disampaikan, maka suami-istri perlu melakukan banyak komunikasi yang efektif dan berguna. Komunikasi semacam ini selain akan menjadi separo upaya dari pemecahan masalah yang terjadi dalam rumah tangga, hal ini juga mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan munculnya persoalan yang lebih besar.

Dalam banyak kasus, tidak mudah pasangan suami-istri melakukan komunikasi efektif meskipun sudah menikah bertahun-tahun. Sebuah penelitian di Amerika, bahkan menemukan bahwa pasangan suami-istri hanya melakukan komunikasi yang baik hanya selama 7 menit dalam seminggu. Sehingga wajar saja bila rumahtangga mereka banyak yang gagal karena minimnya komunikasi ini.

Untuk bisa melakukan komunikasi yang baik diperlukan keberanian dan keterbukaan dari masing-masing pasangan. Aspek ini penting sekali mengingat komunikasi perlu mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya. Bagi kebanyakan suami barangkali mengungkapkan perasaan bukan pekerjaan mudah. Apalagi hal ini berhubungan dengan gengsi, harga diri, dan ‘kejantanannya’. Mengungkapkan perasaan dianggapnya sebagai sebuah kecengengan.

Baca juga: Manfaat Buah Tunjuk Langit untuk Kesehatan

Komunikasi sebenarnya justru merupakan media untuk mengungkapkan kejujuran kita terhadap pasangan. Mengungkapkan kejujuran tentang perasaan kita justru jauh lebih jantan dan menyehatkan mental daripada memanipulasinya dengan berbagai dalih dan alasan yang akan semakin memperlebar persoalan.

Ada banyak cara maupun mekanisme yang bisa disepakati antara suami dan istri dalam menjaga komunikasi ini. Jika terlalu sulit diungkapkan dengan kata-kata, memelihara komunikasi perkawinan bisa pula dilakukan secara tertulis, termasuk untuk menyiasati kesulitan bertemunya suami-istri yang mungkin sama-sama sibuk. Termasuk keterbukaan dalam urusan ranjang juga perlu dibangun berdasarkan kesepakatan bersama.

Nah, untuk ikut membangun hubungan suami istri yang lebih harmonis dan meningkatkan vitalitas kaum pria dalam melayani istri, sebaiknya mengkonsumsi herbal Soloco. Suplemen alami ini terbukti mampu meningkatkan kehangatan dan keharmonisan hubungan suami istri.

2019-01-11T18:36:06+00:00